Perjalanan di Tanah Rantau

oleh -413 views

Keesokan harinya, aku berangkat menuju tempat kerjaku. Aku mengikuti semua arahan Pak Husen dan aku mencoba untuk menyesuaikan diri.. Ketika aku ragu aku bertanya pada teman sepekerja untuk mengajariku. Ada dari mereka yang mau membantuku untuk memasak supaya masakanku bisa terasa lezat. Tapi ada juga yang memandangku dengan tatapan sinis ataupun tersenyum kecut seperti tidak suka jika melihatku ada di tempat ini. Aku tidak terlalu menanggapi mereka karena yang terpenting aku bisa bekerja, tapi lama kelamaan aku merasa kurang nyaman karena mereka terlihat seperti menggosipiku dibelakang.

Selama hampir 1 bulan aku bekerja di rumah makan Pak Husen aku mulai pandai memasak.. Semua berjalan dengan baik hingga aku berada pada hari dimana aku dimarahi oleh Pak Husen karena salah menyiapkan menu makanan pada salah satu meja. Disaat itu rumah makan sedang sangat ramai dan aku merasa gugup sehingga ada menu yang aku salah sajikan. Baru kali ini aku melihat Pak Husen memarahiku karena biasanya dia terlihat ramah. Aku meminta maaf kepada Pak Husen dan berjanji bahwa aku tidak akan mengulanginya lagi. Dunia kerja memang tidak sebaik apa yang kubayangkan. Kucoba untuk mengontrol emosiku dan kubasuh wajahku dengan air. Aku menatap ke arah cermin sambil bekata pada diri sendiri, “ Memang aku yang salah, anggap saja ini semua sebagai pelajaran untukku menjadi lebih baik.”

No More Posts Available.

No more pages to load.