Peristiwa itu terjadi ketika warga setempat berhadapan dengan pemukim Israel yang memasuki desa dan disebut mencuri hewan ternak.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemudian mengecam pembunuhan tersebut dan menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan pemukim.
PBB juga memperingatkan mengenai kondisi yang memungkinkan serangan terhadap warga sipil Palestina, harta benda dan kehidupan masyarakat berlangsung tanpa pertanggungjawaban yang memadai.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa ketegangan di Yerusalem dan Tepi Barat masih berada pada tingkat tinggi, dengan warga Palestina terus menghadapi pembatasan pergerakan, operasi keamanan serta kekerasan yang semakin mengkhawatirkan.
sumber: sindonews









