Perkuat Nelayan Sula, Pemprov Malut Salurkan 45 Mesin Tempel dan Buka Akses KUR

oleh -42 Dilihat
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, mengatakan masyarakat harus menjadi sasaran utama setiap kebijakan pembangunan pemerintah. Karena itu, bantuan yang diberikan kepada nelayan harus benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Nelayan Tak Hanya Butuh Mesin, Tapi Juga Modal dan Pasar

Untuk menjawab persoalan permodalan, DKP Maluku Utara mulai menggandeng pihak perbankan, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI), untuk membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi nelayan.

Sarbin mengatakan, skema tersebut penting agar nelayan tidak hanya menerima bantuan sarana produksi, tetapi juga memiliki peluang mendapatkan modal untuk mengembangkan usaha perikanan.

Ia mengakui, berbagai program dan regulasi pemerintah belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan kesejahteraan nelayan. Padahal, Maluku Utara memiliki potensi sumber daya laut yang besar.

Menurutnya, potensi tersebut belum sepenuhnya dikelola secara maksimal oleh nelayan lokal. Sebagian nelayan masih menjalankan aktivitas perikanan tangkap dengan dukungan fasilitas yang terbatas dibandingkan nelayan dari luar daerah.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu memikirkan mata rantai usaha secara utuh. Bantuan mesin dan alat tangkap harus berjalan beriringan dengan akses modal dan kepastian pasar.

Baca Juga  Bodewin Usul Sopi Dikendalikan Lewat Fabrikasi Resmi, Harganya Bisa Naik 20 Kali Lipat

Sebab, peningkatan produksi tanpa pasar justru berpotensi tidak memberikan perubahan berarti terhadap pendapatan nelayan.

“Mengail, kalau pulang hasilnya tidak laku dijual, pasti susah. Hidupnya tidak akan berubah. Makanya pasar itu juga penting untuk kita pikirkan bersama,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.