Pernyataan Jusuf Kalla Harus Dimaknai Secara Kontekstual, Rasional, dan Realitas

oleh -498 views
Yusuf Blegur, Kolumnis

Oleh: Yusuf Blegur, Kolumnis

Pernyataan Bapak HM. Yusuf Kalla terkait relasi Islam dan Kristen khususnya tentang Syahid dalam membunuh. Harus dilihat secara kontekstual bukan tekstual semata. Lebih dari itu juga harus menggunakan preferensi dari aspek historis, ideologis dan empiris dalam ruang lingkup yang universal.

Pak JK tidak sedang bicara hubungan Islam dan Kristen di Indonesia ansih. Beliau juga tersirat menyampaikan persfektif peradaban manusia global dalam tinjauan konflik dan peperangan yang berlatar agama berkepanjangan, yang memang sudah menjadi warna kehidupan yang tak bisa dihapus di muka bumi selama ini. Perang Salib (1025-1291), Perang Yugoslavia atau dikenal dengan konflik Balkan (1991-1995), dan perang Khatolik dan protestan di eropa (1562-1647) serta masih banyak lagi contoh peperangan yang dilandasi superioritas dan dominasi entitas agama, ideologi dan aliran-aliran pemikiran tertentu telah menjadi bagian dari perjalanan peradaban manusia.

Baca Juga  5 Tanda Langka Ini Jadi Bukti Kamu Temukan Cinta Sejati, Sudah Merasakannya?

Ada keyakinan kuat dari pemeluk agama masing-masing terhadap loyalitas dan militansi dalam mengejawantahkan nilai-nilai dasar keagamaan yang dianutnya. Beberapa memunculkan kesadaran gerakan keagamaan yang penuh kesejukan, toleransi dan kedamaian. Namun tidak sedikit yang memahami lebih dengan pendekatan over estimate dan cenderung ekstrim. Pada kadar tertentu, pemaknaan agama yang berlebihan dan bersandar pada sensitivitas dan tensi tinggi melahirkan gerakan ultra, radikal dan teroris mengatasnamakan agama.

No More Posts Available.

No more pages to load.