Persidangan Sinode GPM Ke XXXVIII, Harus Mampu Berpikir Out Of The Box dan Mengembalikan Wibawa GPM dan Aura Kenabian GPM

oleh -63 views
Link Banner

Oleh: Julius Latumaerissa, Akademisi dan Pemerhati Maluku

Tuhan memberkati pelaksanaan sidang Sinode GPM, tanggal 7 – 14 Februari 2021. Harapan Jemaat Sidang Sinode ini dengan HIKMAT TUHAN akan memilih Ketua Sinode GPM yang dapat mengembalikan KEWIBAWAAN GPM sebagai institusi Gereja yang kokoh dan tetap menjaga prinsip prinsip KENABIAN dari para pendeta GPM kedepan.

Prinsip-prinsip dasar yang harus dijunjung tinggi dalam persidangan Sinode GPM tanggal 7-14 Februari 2021 adalah keseteraan; keadilan; persaudaraan; pluralitas; perdamaian; pertanggungjawaban dan Otokritik.

Prinsip-prinsip dasar ini haruslah ada dalam seluruh mekanisme persidangan dalam organisasi Gerejawi atau organisasi Kristiani.

Jika dalam konteks melahirkan pemimpin baru, maka sosoknya adalah sosok yang lahir bukan karena kebetulan. Sosok tersebut haruslah lahir dari dan melalui seluruh mekanisme perkaderan yang ada dalam institusi GPM.

Baca Juga  Kembalikan Uang Herson Mayulu, Pengurus KKIG Bitung Gelar Aksi Kumpul Uang Koin

Hal tersebut sebagai antisipasi sosok pemimpin yang lahir prematur berakibat pada tidak memahami dengan utuh nilai-nikai dasar, etika, dan identitas organisasi.

Selain itu, teknis memilih pemimpin Sinode GPM yang baru juga harus mengedepankan kejujuran sebagai akhlak yang lahir atas norma keadilan dan kejujuran yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Jesus Kristus Kepala Gereja yang kita imani dan aminkan semua itu.

Pimpinan GPM harus jauh dari praktik kepemimpinan yang penuh dengan kecurangan; politik dagang sapi, apalagi sampai jatuh kepada r
politik uang. Karena kepemimpinan Sinode GPM adalah ditawarkan, bukan diperebutkan..

PRINSIP KASIH harus dikedepankan sebagai landasan persaudaraan dalam Kristus. Sidang Sinode harus menjadi wadah untuk bertarung gagasan gagasan dan ide terbaik. Bukan dengan saling menafikan dan menjatuhkan baik di depan atau dibelakang.

Baca Juga  Anggota Brimob dikeroyok dan ditikam di TMII

Keberanian dalam dialog untuk mengasah argumentasi sebagai pemicu dan pemacu untuk mengisi kepala dan keimanan yang lebih intens. praktik-praktik TUNA MORAL dan FAKIR VISI akan mengakibatkan pembelahan dan rusaknya keguyuban atau ikatan persekutuan berjemaat.

Persidangan sinode XXXVIII tahun 2021 harus diwarnai dengan pemikiran pemikiran OUT OF THE BOX dan GPM harus berani keluar dari tradisi-tradisi manajemen organisasi konvensional yang kaku dan harus berani membuka diri terhadap perubahan lingkungan eksternal, dan beradaptasi dengan berbagai kritik baik yang datang dari eksternal maupun internal GPM.

Pengabaian terhadap cara berpikir OUT OF THE BOX akan membuat GPM kehilangan momentum secara psiko-sosial, psiko-ekonomi, psiko-politik. Dan ini akan berdampak kepada masalah pelayanan dan kesaksian sebagaimana yang Jesus ajarkan kepada kita umat manusia. (**)