Ke depan, Yulianto berharap, anjungan listrik mandiri ini dapat diterapkan di pelabuhan-pelabuhan lain di wilayah Maluku Utara.
Dengan begitu, kapal-kapal yang sandar dapat menginap dan memanfaatkan listrik PLN.
Merespons pemintaan pengguna, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Adams Yogasara mengaku, akan berupaya menambah keberadaan ALMA di Maluku dan Maluku Utara.
Pasalnya, sebagai wilayah kepulauan, Maluku dan Maluku Utara banyak memiliki dermaga dan pelabuhan.
Menurutnya, hal ini tak lain untuk dapat mendukung kegiatan ekonomi termasuk pada sektor perikanan dan kelautan.
“Oleh karenanya, kami berkomitmen untuk mendukung kegiatan ekonomi di pelabuhan maupun dermaga dengan menghadirkan ALMA sebagai pemenuhan energi listrik para pengguna jasa pelabuhan yang tentunya lebih ramah lingkungan dan efisien,” jelas Adams.
Pembangunan ALMA merupakan bentuk konkret pelaksanaan program Electrifying Marine PLN.
Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan pada sektor perikanan laut guna memenuhi kebutuhan layanan listrik temporer seperti penerangan kapal, coldstorage, serta kebutuhan listrik lainnya di lokasi dermaga, pelabuhan hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI).




