RA Perempuan Asal Malut dan Warga Nigeria Ditangkap Polda Jatim Bersama Barang Bukti Narkoba

oleh -290 views
Link Banner

Porostimur.com – Surabaya: Seorang perempuan asal Maluku Utara bernama Rany Aswad (39) dan warga negara asing dari Nigeria bernama Idoko Chikwado Kenneth (34) ditangkap oleh Direktorat Narkoba Polda Jawa Timur bersama Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya, Kamis, Kamis (15/7) pukul 19.30 WIB.

Dua pelaku yang ditangkap merupakan pengedar narkotika jaringan asal Malaysia

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko menjelaskan pengungkapan kasus itu berawal dari petugas bea cukai yang mencurigai sebuah paket yang hanya bertuliskan nomor telepon atas nama RA.

“Untuk menindaklanjuti paket tersebut, petugas Bea Cukai menghubungi Ditnarkoba Polda Jatimkemudian guna melakukan controlled delivery,” kata Gatot saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Senin (27/9/2021).

Penyelidikan dilanjutkan dengan petugas yang mencoba menghubungi nomor yang tertera di paket. Namun, tidak ada jawaban. Tak lama kemudian nomor tersebut membalas dengan sms menunjukkan alamatnya yang terletak di Apartemen City Park Gate Barat, Jalan Kamal Raya Cengkareng, Jakarta Barat.

Baca Juga  Daftar Lengkap Skuad Belgia di Piala Eropa, Masihkah Jadi Unggulan?

Petugas Bea Cukai Tanjung Perak dan Ditnarkoba Polda Jatim berangkat menuju Jakarta untuk melakukan penyergapan terhadap tersangka dengan membawa kiriman paket tersebut.

“Tersangka RA bersama ICK menerima paket tersebut. Mereka kemudian ditangkap dan diminta membuka paket yang berisi delapan bungkus plastik sabu-sabu 3.984 gram dan 1.780 pil ekstasi,” ujar dia.

Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial K dari Malaysia menggunakan ekspedisi laut.

“Modusnya narkoba dimasukkan ke kaleng makanan di dalam kardus yang sudah dimodifikasi berisi makanan dan pakaian,” ungkap dia. Rencananya sabu-sabu dan pil ekstasi itu akan diedarkan oleh kedua pelaku ke seluruh Indonesia.

Baca Juga  Real Madrid Gasak Valencia, Barcelona Berdebar Selisih 2 Poin Lagi

“Kedua tersangka memiliki hubungan dekat, makanya dia (Idoko, red) memakai orang Indonesia membantu proses peredaran biar nyambung komunikasinya,” kata Gatot.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 dan atau Pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

(red/jpnn)

No More Posts Available.

No more pages to load.