Bagi masyarakat, turunnya tim PLN menjadi bagian paling penting dari rangkaian tersebut. Sebab, persoalan listrik yang selama ini hanya menjadi keluhan akhirnya masuk dalam tahapan teknis pembangunan.
Aspirasi Warga Bergerak Menjadi Program
Masyarakat Loloda Tengah mengapresiasi respons pemerintah daerah dan PLN terhadap kebutuhan penerangan di Desa Aruku.
Seorang warga menilai kecepatan pemerintah dalam meneruskan aspirasi menjadi salah satu hal yang membuat masyarakat optimistis.
“Ini baru bilang camat yang kami senang dan suka. Karena bergerak cepat, juga tanpa banyak bicara,” ungkap warga.
Menurutnya, persoalan pelayanan publik di wilayah pelosok membutuhkan pejabat yang tidak hanya menerima keluhan, tetapi juga mampu mengawal aspirasi hingga mendapatkan tindak lanjut.
“Pak Bupati James Uang sepertinya tahu camat yang cocok dengan selera masyarakat Loteng. Yang kami butuhkan itu camat yang mau turun, dengar masyarakat dan bergerak,” kata warga lainnya.
Namun bagi masyarakat Aruku, yang paling penting kini bukan lagi soal siapa yang menyampaikan atau siapa yang menerima aspirasi.
Mereka menunggu satu hal: listrik benar-benar menyala.
Sebab selama bertahun-tahun, ketiadaan penerangan telah menjadi bagian dari kehidupan warga di desa tersebut.











