Porostimur.com, Ambon – Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Ambon Bertolameus Mayabubun meminta masyarakat agar tidak terprofokasi oleh isu-isu yang dapat merusak keutuhan NKRI dan toleransi antar umat beragama di Maluk, sehubungan dengan polemik di masyarakat akibat video yang beredar di media sosial tentang tindakan anggota TNI AU di lingkup LANUD Pattimura.
Mayabubun bilang, sebagai negara hukum yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah memberikan kebebasan bagi warga negara untuk berhak menentukan keyakinan dan kepercayaan sesuai dengan keinginan setiap orang.
Kendati demikian, dalam melihat konteks persoalan yang saat ini terjadi dibutuhkan kontribusi pemikiran sehat untuk menanggapi hal tersebut, karena dari prespektif agama sudah barang tentu setiap jemaat memiliki kebebasan untuk melakukan peribadatan sesuai kondisinya masing-masing. Tetapi di lain sisi tindakan yang dilakukan oleh beberapa anggota TNI AU merupakan bagian daripada penyelanggaraan tugas negara dalam menjaga wibawa lembaga dan melindungi keamanan dan ketertiban di wilayah institusi militer.
“Sebagaimana kita tahu bersama bahwa setiap orang yang hendak masuk di wilayah institusi militer wajib menggunakan busana yang rapi dan hal tersebut bukan saja diterapkan bagi umat yang hendak beribadah di tempat ibadah apalagi di dalam lokasi Angkatan Udara. Dan hal ini juga diterapkan dan berlaku bagi semua orang yang melakukan aktifitas di wilayah LANUD Pattimura, baik yang berurusan langsung dengan lembaga maupun masyarakat berdomisili di wilayah sekitar yang keluar masuk melalui wilayah militer,” ujarnya.




