Tethool curiga, karena dalam pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda perusakan ruangan penyimpanan.
Dia menilai, ruang penyimpanan arsip penting mestinya punya penjagaan ketat. Pihak keamanan punya peran memastikan aset dan dokumen yang tersimpan aman. Karena itu, dia menilai peristiwa ini ganjil dan perlu diusut.
“Ini tidak ada kerusakan atau dijebol, berarti ada orang dalam. Maka yang paling bertanggung jawab adalah Kepala Dinas, karena dia adalah penanggung jawab tugas sebagai Plt,” lanjut Tethool.
Tethool yang membidangi pendidikan itu juga meminta ada pemeriksaan mulai dari petugas keamanan atau satpam, pemegang kunci, hingga cleaning service yang memiliki akses di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.
“Pertanyaannya, ada apa ini. Unsur kesengajaan atau bagaimana. Yang bertanggung jawab harus diperiksa mulai dari satpam, karena dia tahu siapa yang pegang kunci,” pungkasnya. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









