Politik Koboi Trump dan Davos: Ketika Indonesia Menari di Panggung yang Salah

oleh -24 views

Oleh: Ady Amar, Kolumnis

Donald Trump kembali ke panggung global bukan sebagai negarawan, melainkan sebagai simbol politik intimidasi. Ia mengancam sekutu, menekan mitra, dan memperlakukan hubungan internasional layaknya transaksi bisnis. Tarif dijadikan senjata, aliansi dijadikan sandera, bahkan wilayah berdaulat seperti Greenland diperlakukan seolah properti yang bisa dinegosiasikan.

Inilah politik koboi: siapa kuat menekan, siapa lemah dipaksa patuh.

Dunia mulai gelisah. Di Inggris, pemimpin Partai Liberal Demokrat Ed Davey menyebut Trump bertindak seperti international gangster. Di Eropa, kegamangan menyebar. Sejumlah negara Barat bahkan mulai melirik Cina—bukan karena percaya, melainkan karena Amerika tak lagi dapat diandalkan sebagai jangkar stabilitas global.

Namun justru di tengah kegaduhan itulah Indonesia memilih hadir di Davos dan menandatangani Board of Peace—sebuah forum yang sejak awal tak lepas dari desain dan kepentingan politik Amerika Serikat.

Baca Juga  Bukan Tender! Kadishub Ambon Buka-bukaan Soal Mekanisme Penunjukan Mitra Parkir 2026

Di sinilah problem mendasarnya.

Dalam pernyataan resminya, Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa perdamaian hanya akan tercapai bila semua pihak menjamin keamanan Israel sebagai kunci solusi dua negara. Kalimat ini terdengar moderat. Namun dalam konteks Gaza yang hancur berkeping-keping, narasi itu terasa timpang.

No More Posts Available.

No more pages to load.