Porostimur.com, Amsterdam – Pemerintah Belanda kembali minta maaf atas kejahatan masa lalu kepada Indonesia pada periode 1945-1949. Perdana Menteri Mark Rutte mengakui bahwa dulu negaranya melakukan kejahatan sistematis.
Permintaan maaf PM Rutte memancing protes dari seorang pemimpin partai politik Belanda. Politikus bernama Geert Wilders itu justru berkata Indonesia juga perlu minta maaf.
“Mana permintaan maaf dari Indonesia atas kekerasan kepada tentara Belanda dan Bersiap?” ujar Geert Wilders, ketua Party for Freedom, melalui Twitter, Jumat (18/2/2022).
Bersiap adalah istilah Belanda ketika terjadi gejolak di Pulau Jawa pada tahun 1945, setelah peralihan kekuasaan dari Jepang.
Geert Wilders berkata pemerintah Belanda harus mendukung veteran perangnya.
“Mereka adalah pahlawan. Kita harus berdiri di belakang veteran kita. Permintaan maaf tidaklah tepat,” ujar politikus itu.
Permintaan Maaf Belanda
PM Belanda Mark Rutte menyampaikan sambutan saat melakukan kunjungan kerja ke Kompleks Parlemen, Jakarta Rabu (23/11). Kunjungan itu untuk mengadakan pertemuan bilateral guna membahas sejumlah agenda kerja sama RI-Belanda (Liputan6.com/Johan Tallo)
Sebelumnya dilaporkan, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta maaf kepada Indonesia atas penggunaan kekerasan oleh militer Belanda selama masa Perang Kemerdekaan 1945-1949.




