Prabowo adalah (Bukan) Kita

oleh -279 views
Dhimam Abror Djuraid

Oleh: Dr. Dhimam Abror Djuraid, Tokoh Pers Jawa Timur

Ada pergeseran peta oposisi yang cukup signifikan di Indonesia belakangan ini. Para aktivis yang semula berada pada posisi berseberangan, sekarang mulai menyeberang menjadi pendukung Prabowo Subianto.

Setidaknya hal itu tampak dari tulisan yang dibuat oleh Syahganda Nainggolan yang beredar di grup percakapan Whatsapp. Tulisan berjudul ‘’Prabowo adalah Kita’’ itu provokatif dan apologetik. Provokatif karena mati-matian mendukung Prabowo tanpa reserve. Apologetik karena memaafkan dan memaklumi semua kebijakan Prabowo, termasuk revisi UU TNI.

Syahganda mengklaim bahwa beberapa aktivis oposisi sudah balik kanan mendukung Prabowo, dengan syarat dan tanpa syarat. Nama yang disebut sudah balik kanan adalah Said Didu, Refly Harun, dan Edy Mulyadi. Syahganda menyebut mereka sebagai pendukung Anies Baswedan pada pilpres 2024 (sic).

Sebelumnya para aktivis oposisi menolak Prabowo karena memakai jalan haram dan curang untuk naik ke puncak kekuasaan. Ia mendompleng kepada Jokowi dan membiarkan pemerkosaan oleh Jokowi terhadap undang-undang melalui rekayasa Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga  Hardiknas 2026 di Malra, Festival Pendidikan Tampilkan Sinergi Sekolah dan Ekonomi Kreatif

Jalan haram yang dilewati oleh Prabowo itu dianggap sebagai strategi yang halal oleh Syahganda Nainggolan. Ia memperbandingkan dengan Vladimir Putin yang harus menghamba kepada Boris Yeltsin untuk mencapai kekuasaan. Juga membandingkan dengan Deng Xiaoping yang mengalah dulu kepada Gang of Four dalam perebutan kekuasaan di China pasca Mao Zedong.

No More Posts Available.

No more pages to load.