Prabowo adalah (Bukan) Kita

oleh -280 views
Dhimam Abror Djuraid

Seorang despot memandang rakyat sebagai sumber legitimasi dan loyalitas. Akan sangat mudah memunculkan resistensi rakyat apabila rakyat dipaksa patuh dengan cara koersif. Bagi seorang despot, resistensi akan menghasilkan delegitimasi, dan harus segera diatasi. Bukan dengan kekerasan, melainkan persuasi dan rayuan. Misalnya dengan kenaikann gaji atau pemberian tunjangan tertentu seperti THR.

Pemimpin despot memasukkan rakyat pada jejaring patronase yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya material. Hal ini memberi rasa aman berada dalam kekuasaan. Bagi-bagi kekuasaan dilakukan secara ugal-ugalan sehingga melahirkan kabinet gemoy.

Bagi yang tetap beroposisi, mereka akan menggunakan kekerasan secara terukur untuk meredam perlawanan. Pemimpin despot akan membangun aliansi kekuasaan, kesepakatan bisnis, dan kompromi politik untuk menjinakkan kekuatan oposisi.

Baca Juga  Wali Kota Ambon: Pendampingan KPK Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Despotisme baru bekerja dengan mengorganisasi kekuasaan berbasis patronase, kekayaan, manipulasi hukum dan pemilu. Media dipakai untuk mobilisasi opini publik, serta meraih simpati dan loyalitas massa.

Pemimpin despot akan membiarkan seseorang menjadi kaya. Tetapi, ketika ia ingin tetap kaya, ia tidak bisa kaya sendirian. Para pengusaha menjadi bagian dari oligarki yang mendukung kekuasaan yang memberinya perlindungan. Tidak ada bisnis yang independen. Bisnis dan pemerintah berbaur menjadi satu. Organisasi bisnis seperti Kadin menjadi bagian dari korporatisme negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.