Namun, ia mengingatkan bahwa kecerdasan dan keberanian harus berjalan beriringan dengan nilai kebajikan dan empati.
“Keberanian syarat jadi pemimpin, tapi keberanian harus juga ditopang oleh nilai kebaikan, nilai kebajikan, nilai-nilai empati. Berani tanpa kebajikan akan muncul sebagai pemimpin, tetapi mungkin pemimpin yang tidak hati-hati, pemimpin yang tidak arif, pemimpin yang ujungnya membahayakan yang dipimpin,” tegasnya.
Prabowo Beri “Rapor Memuaskan” untuk Bahlil
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan penilaian terhadap kinerja Bahlil selama menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM di Kabinet Merah Putih.
Presiden menyebut kinerja Bahlil selama kurang lebih dua tahun menjabat sebagai Menteri ESDM memuaskan.
“Saya harus kasih rapor memuaskan,” kata Prabowo.
Prabowo juga mengapresiasi penerbitan buku yang mendokumentasikan gagasan, pengalaman dan perjalanan hidup Bahlil tersebut.
Ia berharap pengalaman yang dituangkan dalam buku dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat serta menjadi bagian dari kontribusi terhadap pembangunan bangsa.
“Teruskan pengabdian kau sebaik-baiknya. Ambil manfaat dari apa yang kau pelajari,” ucap Prabowo.
Dalam acara tersebut, Prabowo hadir mengenakan batik berwarna cokelat dan kopiah hitam. Sejumlah menteri dan pejabat turut hadir dalam peluncuran buku yang mengangkat perjalanan setengah abad kehidupan Bahlil Lahadalia.









