“Pak Hendrik, tadi saya ditelepon oleh Bapak Presiden. Dia kirim salam untuk Bapak Gubernur,” kata Bahlil.
“Salam untuk Gubernur dan kepada seluruh Bapak Ibu semua yang ada di dalam ruangan ini,” lanjutnya.
Momen tersebut berlangsung di tengah sorotan publik terhadap isu dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang belakangan menyeret sejumlah nama, termasuk Bahlil Lahadalia.
Bantah Terlibat Isu Penyadapan Prabowo
Di hadapan kader Golkar Maluku, Bahlil secara tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam pertemuan sejumlah petinggi partai politik yang dikaitkan dengan kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
Ia mengaku heran namanya ikut disebut dalam isu tersebut, terlebih dirinya justru mengaku menjadi salah satu pihak yang turut mengalami penyadapan.
“Gimana saya ikut penyadapan Presiden, saya saja disadap,” ujarnya.
Bahlil menjelaskan, informasi yang mengaitkan dirinya dengan kelompok yang diduga terlibat dalam penyadapan Presiden merupakan tuduhan yang tidak benar dan tidak memiliki dasar yang jelas.
Ia mengaku baru mengetahui isu tersebut ketika tiba di Ambon. Sebelumnya, dirinya tidak terlalu mempersoalkan informasi yang beredar, namun tuduhan yang secara langsung menyebut namanya membuat ia merasa perlu memberikan penjelasan.











