Dalam pemungutan suara itu, Amerika Serikat berada dalam kelompok negara yang juga mencakup Korea Utara, Rusia, Nikaragua, dan beberapa negara lainnya.
Perwakilan Prancis untuk PBB di Jenewa kemudian melontarkan kritik tajam terhadap posisi Washington.
“AS dulunya merupakan mercusuar hak asasi manusia. Tidak lagi.”
“Saat ini, Amerika Serikat berdiri bersama Korea Utara, Nikaragua, Mali, dan Rusia, terisolasi. Dan dunia tidak lagi mendengarkannya,” demikian pernyataan delegasi Prancis.
Menanggapi kritik tersebut, Negrea menegaskan Amerika Serikat tetap menjadi simbol kebebasan di dunia.
“Saya mengingatkan mereka bahwa Amerika Serikat-lah yang tetap menjadi mercusuar kebebasan bagi dunia. Karena itu, kami tidak akan memberi mereka kesempatan untuk mendengarkan omong kosong mereka yang dipolitisasi,” ujarnya.
Prancis Balas Pernyataan AS
Duta Besar Prancis untuk PBB, Jérôme Bonnafont, menanggapi aksi boikot delegasi Amerika Serikat dengan menekankan hubungan historis kedua negara.
“Tahun ini kita merayakan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. Dan semua orang tahu peran yang dimainkan Prancis dalam hal itu,” katanya.
Ia menegaskan Prancis akan terus bekerja di Dewan Keamanan maupun Majelis Umum PBB untuk menjaga independensi organisasi tersebut serta memperkuat perlindungan hak asasi manusia dan perdamaian dunia.









