Prancis Tunda Ujian SMP Karena Gelombang Panas

oleh -47 views
Link Banner

@porostimur.com |Paris: Pemerinta Prancis pada Senin (24/6) memutuskan menunda pelaksanaan ujian nasional tingkat sekolah menengah pertama. Mereka beralasan hal itu dilakukan untuk melindungi para pelajar dari dampak gelombang panas yang mulai melanda Eropa pekan ini.

Seperti dilansir CNN-Indonesia, Selasa (25/6), Menteri Pendidikan Prancis, Jean-Michel Blanquer, menyatakan ujian nasional Brevet bagi pelajar berusia 14 tahun semestinya digelar pada Kamis dan Jumat pekan ini. Namun, dia memutuskan kegiatan itu ditunda hingga pekan depan.

Blanquer menyatakan ujian diperkirakan bakal digelar pada 1 sampai 2 Juli mendatang. Dia berharap saat itu kondisi cuaca dan suhu sudah kembali normal.

“Keputusan ini untuk menjamin keselamatan para pelajar,” kata Blanquer.

Gelombang panas dilaporkan bakal mampir ke Eropa pada pekan ini. Menurut perkiraan, suhu udara di Benua Biru akan mencapai 38 derajat pada Rabu dan Kamis.

Baca Juga  Pangdam Pattimura Akan Prioritaskan Lulusan SMA Kartika XIII Jadi Prajurit TNI

Gelombang panas itu diduga diakibatkan oleh badai yang terhenti di Samudra Atlantik dan tekanan udara tinggi yang terjadi di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Menurut situs prakiraan cuaca, Accuweather, kondisi itu menyebabkan udara panas di Benua Afrika akan mengalir ke kawasan Eropa.

Menurut Accuweather, Spanyol akan menjadi daerah pertama yang diterjang gelombang panas sepanjang akhir pekan depan. Setelah itu gelombang panas akan menyebar ke Prancis, Jerman, Belgia, Republik Ceko, Swiss, dan Italia.

Accuweather memperkirakan kondisi itu akan bertahan hingga awal Juli. Menurut Badan Meteorologi Prancis, Meteo France, gelombang panas akan dimulai pada Minggu dengan suhu berkisar 35 sampai 40 derajat Celcius di seluruh negeri.

Baca Juga  Layanan Telkomsel Jangkau 52 Kabupaten di Maluku dan Papua

Kementerian Kesehatan Prancis mengimbau supaya pemerintah membuka taman-taman bagi para tunawisma untuk berteduh. Mereka juga meminta pemerintah daerah membantu para warga lanjut usia.

Menurut Badan Meteorologi Jerman, Deutscher Wetterdienst, memperingatkan gelombang panas kemungkinan akan mulai terasa pada Senin besok dan mencapai puncak pada Rabu atau Kamis pekan depan.

Tahun lalu Eropa juga dilanda gelombang panas. Kondisi itu mengakibatkan kematian penduduk di Spanyol dan Portugis, serta memicu kekeringan di Jerman dan Swedia. (red)