Ketika Messi tidak berada dalam performa terbaiknya, permainan Argentina terlihat kehilangan kreativitas dan arah serangan.
Beruntung, Lionel Scaloni mampu membaca situasi dengan tepat. Pergantian pemain menjadi titik balik kemenangan Argentina setelah masuknya Thiago Almada dan Lautaro Martinez memberikan energi baru. Julian Alvarez kemudian mencetak gol spektakuler di babak tambahan sebelum Argentina memastikan kemenangan 3-1 dan melaju ke semifinal.
Inggris Jadi Ujian Sesungguhnya
Perjalanan Argentina menuju empat besar memang berakhir manis, tetapi tantangan sesungguhnya baru dimulai. Pada semifinal yang akan berlangsung Kamis (16/7/2026), Albiceleste akan berhadapan dengan rival klasik mereka, Inggris.
Berbeda dengan lawan-lawan sebelumnya, Inggris datang dengan performa yang lebih stabil serta kekuatan fisik yang menjadi salah satu keunggulan skuad asuhan Thomas Tuchel.
Meski demikian, mantan bek Timnas Inggris, Micah Richards, mengingatkan agar The Three Lions tidak pernah meremehkan Argentina selama masih memiliki Lionel Messi.
“Inggris mungkin bisa mengungguli Argentina dalam hal fisik, tetapi mereka memiliki Messi yang jenius. Semua pemain bermain untuknya,” ujar Richards kepada BBC.
Menurutnya, kemampuan Messi membaca ruang sempit, mengambil keputusan dalam waktu singkat, dan kualitas tekniknya membuat kapten Argentina itu tetap menjadi ancaman terbesar bagi siapa pun.









