Profil Ferre Murari, Anak Sekuriti asal Maluku Utara yang Lolos Garuda Select 4

oleh -1.181 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Berikut ini adalah profil Ferre Murari Albahar, anak dari seorang sekuriti yang lolos seleksi program Garuda Select 4 di Inggris, untuk tahun 2021-2022.

Garuda Select adalah program pembinaan pemain sepak bola muda Indonesia di Eropa, dikomando oleh dua mantan pemain Timnas Inggris, Dennis Wise dan Des Walker.

Sejak beberapa waktu lalu, Dennis Wise sudah berada di Indonesia untuk melakukan scouting pemain. Ia datang langsung untuk memantau jalannya Elite Pro Academy.

Elite Pro Academy (EPA) sendiri merupakan kompetisi sepak bola usia muda yang diikuti oleh 18 klub Liga 1 2021. Ada dua level yang dipertandingkan, yakni U-16 dan juga U-18.

Dari hasil seleksi tersebut, ada salah satu pemain Bhayangkara FC U-18, ia adalah Ferre Murari, pemain asal Maluku Utara yang piawai bermain di posisi fullback kanan. 

Baca Juga  Fadli Zon: Pak Jokowi, Janjinya Vaksin Merah Putih, Kok Jadi Vaksin Palu Arit?

Ferre Murari di lini pertahanan Bhayangkara FC U-18 langsung mencuri perhatian Dennis Wise, hingga ia pun dipastikan diboyong ke Inggris pada awal Desember mendatang.

Ferre Murari merupakan bek jangkung setinggi 174 cm, dan sudah menjadi andalan di skuat Bhayangkara FC U-18, meski saat ini ia masih berusia cukup muda, 16 tahun.

Pemain kelahiran 26 Juli 2005 itu juga pernah mendapatkan jam terbang di Tim Nasional Indonesia U-16 di tahun 2020 lalu, lewat racikan pelatih Bima Sakti Tukiman.

Kala itu, pemain yang akrab disapa Ferre itu masuk dalam skuat Timnas Indonesia U-16 yang diboyong ke Uni Emirat Arab, untuk menghadapi laga uji coba internasional.

Baca Juga  Tak Ada Biaya, 11 Bulan Mobdin Wabup Kepulaun Sula Terparkir di Bengkel

Mimpi Seorang Anak Sekuriti Ferre Murari sudah mengenal si kulit bundar sejak usia dini. Ia mengaku dikenalkan pada sepak bola oleh sang ayah, yang berprofesi sebagai petugas keamanan atau sekuriti.

“Kalau di keluarga, ayah yang mengajarkan sepak bola, karena ayah pernah bermain sepak bola antar kampung (tarkam) saat masih muda,” cerita Ferre Murari.

“Biasanya ayah bekerja malam hari, tetapi saat pagi ayah selalu ajak saya latihan fisik, seperti lari naik gunung,” kenang Ferre, di sebuah wawancara yang diunggah situs PSSI.

“Saya bersyukur saat ini semua lebih baik, dan akan saya buktikan dengan kerja keras dan doa orang tua, semua usaha pasti akan membuahkan hasil,” tuntas sang pemain. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.