Proyek Bantuan Stimulan Rumah Swadaya di Kepulauan Sula Diduga Bermasalah

oleh -0 Dilihat

“Karena bahan-bahan sudah siap, pihak toko tinggal distibusi, tukang tidak usah lama,” ungkap tenaga fasilitator itu.

“Menyakut dengan bahan kayu, warga yang siapkan karena uang kayu kami sudah berikan semua kepada mereka, upah tukang juga sudah kami berikan atau cair, pihak toko sudah distribusi samua,” kata dia.

“Iya, jadi kondisi program pembangunan BSRS suda masuk tahap dua untuk distribusi bahan, tinggal tukang dari masing-masing penerima bantuan kerja untuk memasang rangka atap saja. Tahapan rangka atap juga untuk keperluan dokumen menuju proses tahap tiga, kira-kira bgaitu,” ujar dia.

Untuk diketahui bahwa dalam pekerjaan tersebut sesuai data yang dikantongi jurnalis porostimur.com, pembangaun (BSRS) Tahun 2022 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pembangunan rumah sebayak 103 unit dan 16 unit bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang tersebar di delapan desa di Kepulauan Sula.

Berikut desa-desa yang mendapat bantaun BRS berdasarkan wilayah ibu kota kecamatannya. Untuk (DAK) Kecamatan Kota Sanana, Desa Waihama 17 unit rumah, Desa Uamaloya 18 unit rumah. Kecamatan Sula Besi Tengah, Desa Waiman 17 unit rumah, Fatiba 17 rumah. Kecamatan Mangoli Tengah, Desa Jeri 17 unit rumah, Desa Mangoli 17 unit rumah. Sementara (DAU) di Desa Fuata 20 unit rumah. Kecamatan Sula Besi selatan dan Desa Nahi 16 unit rumah. Untuk Anggaran per 1 unit rumah dari bantuan tersebut senilai Rp. 50.000.000. (Jems)

No More Posts Available.

No more pages to load.