Dia menduga, ada indikasi korupsi pada proyek pembangunan jalan tahap II itu yang menguntungkan pihak ketiga. Untuk itu, dia meminta DPRD Maluku supaya mendesak BPJN Maluku dan PT. Cakrawala Multi Perkasa untuk segera menyelesaikan proyek tersebut.
“Kami juga meminta dengan tegas kepada DPRD Maluku untuk panggil dan mengevaluasi kinerja PT Cakrawala Multi Perkasa,” pungkasnya.
Aspirasi demonstran itu pun mendapat respon dari mendapat respon dari Komisi III DPRD Maluku. Sekretaris komisi, Abdullah Kelilauw, menegaskan akan meninjau langsung temuan yang disampaikan.
“Kami mengapresiasi apa yang disampaikan. Insya Allah dalam waktu dekat kami ke Bursel. Namun, sebelum kami ke Bursel kami mengajak ade-ade aliansi dan BPJN Maluku untuk hadir kembali disini, untuk meninjau kembali poin-poin masalah yang telah disampaikan tadi,” ujar Kelilauw.
Sekretaris Komisi III Rovik Akbar Afifudin mengaku akan mengkonsolidasikan masalah tersebut di internal komisi. Mengingat Komisi III memiliki agenda kunjungan kerja di Kabupaten Buru, sehingga kesempatan bisa dimanfaatkan untuk bisa turun ke titik-titik ruas jalan yang dilaporkan.
“Saya akan meminta kepada teman-teman komisi agar kita bisa sekalian turun ke lokasi pembangunan jalan ini dalam agenda kita di Buru, biar semuanya tervalidasi dan terverifikasi secara baik,” ujarnya.









