Proyek Smelter Nikel Antam Molor, Tahun Lalu Hanya Ada Satu Tambahan Smelter Baru

oleh -6 Dilihat

Dia pun belum bisa memastikan kapan smelter feronikel Antam ini bisa beroperasi. Yang pasti, merujuk pada pemberitaan Kontan.co.id, Direktur Utama Antam Dana Amin menyampaikan, saat ini pihaknya masih menjalin kerja sama dengan PLN untuk memastikan ketersediaan listrik di smelter feronikel di Haltim.

“Harapannya bisa segera disepakati kontrak jual-beli listrik, sedangkan pembangkitnya butuh waktu pengerjaan satu tahun,” ujar dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPR RI, Selasa (29/9) lalu.

Berdasarkan materi paparan MIND ID, induk usaha Antam, penyediaan listrik di smelter feronikel tersebut targetnya akan tercapai di bulan Februari 2021 mendatang. Pada tahun ini pula proyek smelter tersebut rampung dan beroperasi secara komersial.

Baca Juga  Kecam Dugaan Penembakan Warga di Halteng, Formapas Malut Desak Kapolri Evaluasi Kapolda

Proyek ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2017 dan memakan waktu pengerjaan konstruksi selama 30 bulan. Awalnya smelter ini ditargetkan rampung pada tahun 2019 lalu. Adapun, investasi untuk smelter feronikel ini membutuhkan biaya sebesar Rp 4,03 triliun.

53 Smelter di 2024

Secara keseluruhan, dengan tambahan satu smelter baru dari PT Weda Bay Nickel, Yunus menjelaskan bahwa sampai dengan Desember 2020 smelter yang sudah beroperasi sebanyak 18 unit. Terdiri dari smelter nikel sebanyak 12 unit, smelter bauksit (2 unit), smelter besi (1 unit), smelter tembaga (2 unit), dan smelter mangan (1 unit).