Porostimur.com | Jakarta: Sepanjang tahun 2020 lalu hanya ada satu penambahan smelter baru yang beroperasi. Padahal, pemerintah menargetkan ada dua smelter baru yang bisa beroperasi. Namun, proyek smelter PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) kembali molor lantaran masih terkendala pasokan listrik.
Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak menjelaskan, smelter baru yang beroperasi pada tahun lalu adalah PT Weda Bay Nickel. Kapasitas smelter yang berlokasi di Halmahera Tengah, Maluku Utara ini memproduksi Ferronickel sebanyak 300.000 ton per tahun.
“Hanya satu (tambahan smelter baru pada tahun lalu), Weda Bay Nickel. Untuk (smelter) Antam di Maluku Utara terkendala terkait power supply, walaupun progres kemajuan smelternya sudah di atas 98%,” terang Yunus seperti dilansir dari Kontan.co.id, Senin (11/1/2021).
Dia menerangkan, Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur (P3FH) Antam rencananya memiliki kapasitas produksi sebanyak 64.655 ton per tahun. Menurut Yunus, Kementerian ESDM sudah memfasilitasi Antam dan PT PLN (Persero) untuk memenuhi kebutuhan listrik smelter tersebut.
Nota kesepahaman (MoU) pun sudah ditandatangi antara Antam dan PLN. “Namun hingga saat ini belum terjadi kesepakatan harga antara kedua belah pihak,” sambung Yunus.




