Rekrutan anyar Ferran Torres kemudian menjadi penyelamat.
Dalam debutnya bersama PSG, penyerang timnas Spanyol itu mencetak dua gol pada menit ke-71 dan 82 sekaligus membawa klub ibu kota Prancis pulang dengan satu poin.
Hasil tersebut belum menggambarkan kekuatan sebenarnya PSG, tetapi menjadi pengingat bahwa dominasi masa lalu tidak otomatis menjamin perjalanan musim baru berjalan mulus.
Dua Gelar Beruntun Belum Membuat PSG Puas
Ambisi terbesar PSG musim ini justru berada di panggung Eropa.
Setelah memenangkan Liga Champions dalam dua musim terakhir, PSG kini memburu trofi ketiga secara beruntun. Jika berhasil, mereka akan bergabung dengan kelompok sangat terbatas dalam sejarah sepak bola Eropa.
Real Madrid, Ajax dan Bayern Muenchen merupakan klub yang sebelumnya pernah menjuarai European Cup atau Liga Champions setidaknya tiga musim berturut-turut.
Luis Enrique memahami bahwa sejarah tersebut tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan reputasi.
“Semua orang berpikir kami bisa menang, tetapi itu baru teori. Sekarang kami harus membuktikan di lapangan bahwa kami mampu melakukannya,” ujarnya.
Pelatih asal Spanyol itu sadar, mempertahankan tradisi kemenangan jauh lebih sulit dibandingkan membangun kesuksesan untuk pertama kalinya.









