Di tengah perubahan besar tersebut, Luis Enrique justru menjadi salah satu pelatih yang masih dipercaya melanjutkan pekerjaannya.
PSG pun memasuki musim 2026/2027 dengan beban sekaligus peluang yang sama besarnya.
Mereka adalah tim yang harus dikalahkan di Prancis, tetapi juga tim yang dituntut membuktikan bahwa dua gelar Liga Champions beruntun bukan sekadar periode emas sesaat.
Lima gelar Ligue 1 berturut-turut telah membangun dominasi.
Dua trofi Liga Champions beruntun telah membuka pintu menuju sejarah.
Kini, PSG hanya membutuhkan satu langkah lagi untuk mengubah dominasi tersebut menjadi warisan sejarah sepak bola Eropa.
Dan musim 2026/2027 akan menjadi panggung untuk membuktikannya.
(red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









