“Kami akan beri diri untuk studi, menyusun proposal, agar pemerintah bisa hadir secara adil dan manusiawi. Jangan bangun Maluku Utara hanya berdasarkan angka dan statistik. Bangun juga yang sedikit ini, yang adalah anak negeri,” tandasnya.
Sebagai penutup, Pdt. Ricky mengingatkan: tanah yang saat ini mereka huni, puluhan tahun lalu, pernah menjadi basis ekonomi salah satu orang terkaya Indonesia, yakni Prayogo Pangestu, pemilik Barito Pacific Timber.
“Jadi kalau tanah ini bisa membuat orang lain kaya raya, kenapa anak-anak negeri yang hidup di atasnya tetap miskin, lapar, dan sakit-sakitan? Ini saatnya negara hadir, bukan sekadar melihat,” pungkasnya. (Nahrawi)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









