Terpisah, Srikandi PAPEDA Fierza Anggraeny Tuhulele saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memilih mengisi aksi dengan game untuk anak-anak dengan tujuan menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini bagi generasi terutama generasi Saria.
“Kita buat lomba pungut sampah untuk anak anak. Kita berharap mereka yang akan kita andalkan untuk menyelamatkan desa mereka dari kerusakan lingkungan termasuk sampah. Menyadari sejak dini artinya kita lebih siap mengantisipasi masa depan,” tandas Fierza mengakhiri.
Untuk diketahui, PAPEDA merupakan komunitas anak-anak muda dari berbagai latar belakang yang bergerak pada isu-isu perdesaan dan lingkungan hidup. Komunitas berslogan MALAKAT ini digawangi oleh Nofdi Usman, Marham Daud, Fierza Anggraeny, Rizky Juni Fitrio, Farjihan Ngofangare, Yanto Wahab, Riski Musaddiq, Inayah Argam, Syafrudin Mandar, dan Gita Siskawati.
Aksi Bersih Kampunh di Saria merupakan langkah awal PAPEDA untuk isu-isu peduli lingkungan. Sebelumnya PAPEDA sukses melakukan aksi “Trauma Healing” untuk anak anak korban erupsi gunung Ibu pada Juni lalu. (Asirun Salim)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









