Purbaya bukan pencipta seluruh persoalan itu.
Tetapi ia juga tidak perlu kita jadikan Columbus yang baru menemukan benua pertumbuhan Indonesia.
Pertumbuhan yang sempat menguat tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa sebuah kebijakan tertentu telah bekerja. Ekonomi mempunyai terlalu banyak pemain untuk memberikan medali kepada satu orang.
Suahasil dan Barang Bernama Kredibilitas
Kini Suahasil Nazara duduk di kursi itu.
Ia bukan pendatang baru yang perlu bertanya letak kamar mandi di Kementerian Keuangan. Sejak 2019 ia menjadi Wakil Menteri Keuangan, sebelumnya memimpin Badan Kebijakan Fiskal, dan bertahun-tahun berada di ruang tempat angka-angka APBN dibongkar dan dipasang kembali.
Itu memberi rasa familiar kepada pasar. Tetapi rasa familiar jangan buru-buru disamakan dengan kepercayaan.
Suahasil datang dengan kata yang memang sedang dibutuhkan: kredibilitas.
Sayangnya kredibilitas tidak dapat ditambahkan ke APBN sebagai satu baris anggaran.
Ia harus terlihat dari cara pemerintah menjaga defisit, membiayai utang, meningkatkan penerimaan, memilih belanja, dan yang paling sulit, mengatakan “belum” kepada program yang mungkin bagus tetapi uangnya belum ada.
Sebab pada akhirnya anggaran bukan hanya ilmu menghitung.









