Menurutnya, narasi yang berkembang justru berpotensi menyesatkan publik dan merusak kepercayaan terhadap organisasi profesi wartawan.
Siapkan Langkah Penelusuran Internal
Sebagai tindak lanjut, PWI Halsel berencana melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Melalui bidang organisasi, akan dibentuk tim khusus untuk mengonfirmasi langsung kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan.
“Kami akan menelusuri semua pengusaha tambang emas ilegal di Desa Kusubibi untuk memastikan kebenaran informasi terkait dugaan bantuan dana pelantikan,” jelasnya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjaga transparansi sekaligus menjawab keraguan publik.
Tegaskan Komitmen Jaga Integritas
Lebih lanjut, Samsudin menegaskan bahwa di internal PWI Halsel terdapat sikap tegas untuk menolak segala bentuk pemberian yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Ia mengungkapkan, sejumlah wartawan bahkan telah menolak rencana pemberian kompensasi dari pengusaha tambang di Kusubibi yang nilainya disebut mencapai Rp1 juta per bulan.
“Ada rekan-rekan wartawan yang menolak rencana pemberian kompensasi tersebut. Kami ingin menjaga independensi dan integritas,” pungkasnya.
PWI Halsel menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.










