Rencanakan Kudeta, Sederet Perwira Militer Sudan Ditangkap

oleh -51 views
Link Banner

@porostimur.com | Khartum: Sederet perwira senior diamankan oleh pihak militer Sudan yang dipimpin Jenderal Abdel Fattah Abdelrahman Burhan karena dituduh terlibat dalam upaya kudeta awal bulan ini.

Dewan militer, yang mengambil alih negara itu setelah menggulingkan pemimpin lama Omar al-Bashir pada April, mengatakan bahwa pihaknya menangkap setidaknya 16 perwira aktif dan pensiunan atas percobaan kudeta pada 11 Juli lalu, sebagaimana dilansir Rakyat Merdeka Online, Kamis (25/7).

“(Militer) mengungkapkan upaya kudeta melibatkan Jenderal Hashim Abdel Muttalib Ahmed, kepala kepala staf gabungan, dan beberapa perwira tinggi dari angkatan bersenjata dan Badan Intelijen dan Keamanan Nasional, bersama dengan para pemimpin Gerakan Islam dan Partai Kongres Nasional,” begitu kabar yang dimuat kantor berita SUNA.

“Mereka telah ditahan dan penyelidikan mereka sedang berlangsung sehingga mereka dapat diadili,” sambungnya.

Jenderal Ahmed sendiri diketahui ditunjuk sebagai kepala staf hanya beberapa hari setelah Omar al-Bashir dikudeta menyusul protes di jalan raya berbulan-bulan.

Baca Juga  Istri Sah Sebar Foto Syurnya, Istri Siri Anggota DPRD Malang Lapor ke Polisi Hingga Kiai Sepuh

Sejak April, Ahmed tampak setia kepada Jenderal Abdel-Fattah Burhan, kepala dewan militer yang berkuasa, minggu lalu ia mengunjungi Mesir dengan delegasi tingkat tinggi Sudan.

Tidak ada keterangan spesifik kapan upaya kudeta itu dilakukan, namun militer mengatakan bahwa upaya kudeta dilakukan dalam ‘beberapa minggu terakhir’.

Para pengamat menilai apa yang disampaika militer dibesar-besarkan untuk memperkuat posisinya dalam pembicaraan pembagian kekuasaan dengan oposisi sipil.

Saat ini Sudan tengah berada dalam masa transisi kekuasaan pasca penggulingan diktator Omar al-Bashir. Sebelumnya pasca kudeta Dewan Militer mengatakan mereka akan mengambil alih kekuasaan, pernyataan tersebut memancing kemarahan kelompok oposisi yang menghendaki pemerintahan sipil.

Saat ini kubu militer dan sipil terus menggelar pembicaraan untuk pembagian kekuasaan. (red)

Baca Juga  Kapal Ikan Tradisional Dilaporkan Hanyut Ke Perairan Australia