Reses, giliran warga Waiheru jadi sasaran baksos Pieries

oleh -47 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Mata merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting peranannya.

Pasalnya, tanpa mata ataupun mata yang dimiliki manusia bermasalah, maka kelancaran alktivitas manusia setiap harinya bisa terancam tidak terlaksanakan.

Karena itu, mengantisipasi semakin memburuknya kesehatan mata para warga, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari dapil Maluku, Prof. Jhon Pieries, membagikan kacamata baca kepada warga yang berdomisili di RT 006/RW 004 dan RT 031/RW 009  di Desa Waiheru Kecamatan Baguala maupun warga jemaat GPM Nasirat, Rabu (3/4).

Saat dikonfirmasi wartawan, Pieries menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan baksos yang sama di Desa Haruku-Sameth, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Link Banner

Dimana, saat baksos digelar di lokasi itu, tegasnya, pihaknya memberikan 1.500 buah kacamata baca.

Baca Juga  Misa Pembukaan Pesprani disumbangkan ke Sulteng

Pemberian kacamata baca sebanyak 400 buah kepada warga di lokasi ini, akunya, merupakan bentuk kepeduliannya kepada masyarakat.

Bhakti sosial (bakso) pembagian kacamata baca ini, jelasnya, sudah dilakukan pihaknya sejak 2016 silam, yakni memanfaatkan waktu reses DPD RI.

”Politik adalah melayani dan karena komunikasi merupakan hal yang penting. Saya berharap masyarakat di sini dapat hidup rukun satu dengan yang lain, rukun dengan warga yang berlainan keyakinan, agar Maluku dapat lebih maju, aman damai dan  sejahtera,” ujarnya.

Menanggapi bantuan dimaksud, Ketua RT006/RW004 Desa Waiheru, Yahya Al-Idrus, mengapresiasi Pieries yang sangat peduli dengan keshatan warga, khususnya warga pada RT 006/RW 004 dan sekitarnya.

Baca Juga  Persaingan Global Semakin Ketat, TNI Butuh Prajurit Profesional

”Walaupun sibuk dengan berbagai macam agenda DPD, tapi beliau dapat datang dan bertemu langsung dengan warga di sini,” jelasnya.

Jalinan tali silaturahmi yang sudah terbangun ini, tegasnya, sebaiknya jangan berakhir pada pertemuan dan bkso pemberian kacamata baca semata, namun terus berkelanjutan.

”Kami membutuhkan figur-figur yang benar-benar peduli dengan apa yang dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (keket)