Akses Sulit, Pasien Darurat Harus Dievakuasi
Recyson mengakui persoalan akses jalan telah berdampak langsung terhadap pelayanan dasar masyarakat, terutama ketika warga membutuhkan penanganan medis dalam kondisi darurat.
Warga yang mengalami kondisi emergency harus melewati jalur yang sulit untuk mendapatkan pelayanan di Puskesmas Elpaputih maupun rumah sakit.
“Kalau pasien emergency memang harus dibawa ke Puskesmas Elpaputih atau rumah sakit. Kendalanya adalah akses jalan. Namun untuk penyakit ringan masih bisa ditangani oleh bidan desa dan tenaga kesehatan yang tersedia,” jelasnya.
Karena itu, DPRD SBB mendorong agar proses perizinan kawasan hutan segera dituntaskan sehingga anggaran yang telah disiapkan dapat segera diterjemahkan menjadi pembangunan fisik.
Recyson mengatakan koordinasi dengan Kementerian Kehutanan telah dilakukan untuk mempercepat penerbitan izin tersebut.
“Persoalan itu sudah kami koordinasikan dengan Kementerian Kehutanan agar izin pembangunan dapat segera diterbitkan,” katanya.
PUPR: Jalan Belum Bisa Dibangun Sebelum Izin Terbit
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten SBB, Arafat, ST, membenarkan bahwa status kawasan menjadi kendala utama pembangunan ruas jalan menuju Desa Ahiolo.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat langsung melakukan pekerjaan fisik meski dukungan anggaran telah tersedia.









