Rp30 Juta Hasil Laut Raib dalam Semalam, Warga Tam Pilih Selamatkan Wilayah Bawah Laut

oleh -30 Dilihat
Sekretaris Badan Saniri Ohoi (BSO) Desa Tam Rudi Elwaan, mengatakan kerusakan ekosistem laut mulai terasa ketika aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak maupun racun semakin marak dilakukan oleh nelayan dari luar wilayah desa.

Porostimur.com, Langgur – Kekayaan laut Desa Tam, Kecamatan Tayando Tam, Kota Tual, Maluku, pernah menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan bagi masyarakat. Namun, aktivitas penangkapan ikan menggunakan bom dan racun perlahan menggerus kekayaan tersebut.

Keprihatinan terhadap kondisi itu mendorong masyarakat Desa Tam mengambil langkah sendiri. Sejak 1990, warga secara mandiri menjalankan upaya konservasi terumbu karang sekaligus melakukan patroli di wilayah perairan desa.

Langkah tersebut lahir dari kesadaran masyarakat bahwa terumbu karang merupakan rumah bagi berbagai biota laut dan menjadi penopang utama kehidupan nelayan setempat.

Sekretaris Badan Saniri Ohoi (BSO) Desa Tam Rudi Elwaan, mengatakan kerusakan ekosistem laut mulai terasa ketika aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak maupun racun semakin marak dilakukan oleh nelayan dari luar wilayah desa.

“Kami bersepakat untuk melakukan patroli laut di perairan wilayah Desa Tam dengan tujuan merehabilitasi terumbu karang yang menjadi rumah bagi biota laut,” ujar Rudi, Kamis (20/8/2026).

Dari Hasil Laut Melimpah Menjadi Wilayah yang Sepi Ikan

Menurut Rudi, kerusakan terumbu karang berdampak langsung terhadap hasil tangkapan masyarakat.

Baca Juga  750 Pasangan Ramaikan PORDI Cup II Halmahera Barat, Hotel dan Penginapan di Jailolo Ikut Kebanjiran Tamu

Sejumlah lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai habitat ikan tertentu kini mulai kehilangan biota laut akibat penggunaan bahan peledak dan racun, termasuk akar tuba.

“Di beberapa spot yang biasanya ada ikan jenis tertentu, kini sudah nihil akibat maraknya penggunaan racun dan bom ikan,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.