Rumakefing Sebut Oknum yang Lapor Ketua GMKI Ambon Tak Paham Organisasi

oleh -1.099 views
Link Banner

Porostimur.com |Ambon: Mohammad Umar Rumakefing menuding laporan dan tudingan dari sejumlah oknum HMI yang ditujukan kepada Ketua Umum GMKI Cabang Ambon, Almindes Syauta terkait aksi bersama yang digelar oleh HMI dan GMKI beberapa hari lalu penuh rekayasa.

“Kami sangat mengutuk keras oknum-oknum yang telah membawa nama lembaga HMI dalam laporan tersebut. Kami menilai bahwa ada beberapa oknum yang mencoba memprovokasi dan mempolitisir gerakan demostrasi yang dilakukan oleh HMI dan GMKI Cabang Ambon pada hari Jumat, 19 Juni lalu “, ujarnya.

Rumakefing mengatakan, HMI adalah lembaga publik bukan lembaga privat, jadi keliru ketika pelapor melakukan pelaporan terhadap Ketua Umum GMKI Cabang Ambon.

Baca Juga  Panglima Divisi I Kostrad Nostalgia di Markas Yonif RK 732/Banau

Dia bilang, pelapor harus bisa membedakan mana agenda publik mana agenda privat, sebab HMI adalah lembaga publik yang jalannya untuk umat dan bangsa.

“Perluas isi kepala biar jangan personalkan lembaga atas perasaan individu dan kelompok. Atau saudara pelapor tak paham mekanisme organisasi”, tukasnya.

Rumakefing menyatakan sikap dengan jelas dan tegas bahwa laporan dan tudingan dari sejumlah oknum yang membawa nama HMI adalah tidah benar.

“Saya Moh Umar Rumakefing selaku Kordinator Lapangan pada aksi yang dilakukan oleh HMI dan GMKI Cabang Ambon ingin menegaskan sekali lagi kepada publik dan seluruh kader HMI se-Indonesia bahwa tuduhan itu tidak benar adanya”, katanya.

Rumakefing menjelaskan, tudingan itu sengaja dihembuskan oleh oknum yang kecewa terhadap HMI Cabang Ambon di bawah kepemimpinan Burhanudin Rumbouw karena tidak mendapat tempat.

Baca Juga  Kemana Rp.3.10 M, Dana Penataan Kawasan dan Rehabilitasi Gedung Islamic Center Ambon Mengalir?

Untuk diketahui, pada hari Jumat, 19 Juni lalu, HMI dan GMKI menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Maluku, menuntut transparansi pengelolaan dana Covid-19 oleh pemerintah provinsi.

Selain menggelar aksi di Kantor Gubernur, pada sore harinya, para aktivis mahasiswa ini menyambangi kediaman Gubernur Maluku, Murad Ismail di kawasan Wailela Ambon.

Sayangnya mereka tidak sempat bertemu dengan orang nomor satu di Maluku itu, karena dibubarkan oleh aparat Kepolisian yang berjaga di lokasi itu. (red)