Saadiah menilai kasus Edi dan Salman menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap warga Maluku yang bekerja di sektor kelautan tidak boleh berhenti ketika mereka berada jauh dari tanah air.
“Laut adalah bagian dari kehidupan masyarakat Maluku. Karena itu, ketika anak-anak Maluku bekerja jauh di laut, termasuk di kapal asing, negara harus memastikan mereka mendapatkan perlindungan. Ketika terjadi musibah, negara juga harus hadir sampai mereka kembali ke rumah,” ujarnya.
Ia menegaskan akan terus mendorong koordinasi dengan pihak terkait agar proses pemulangan Edi dan Salman mendapatkan kepastian.
Saadiah berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan perizinan dan koordinasi diplomatik yang menjadi kendala, sehingga kedua jenazah dapat segera dibawa kembali kepada keluarga di Dusun Laela, Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Keluarga sudah kehilangan dua orang yang mereka cintai. Jangan biarkan mereka menghadapi duka sekaligus ketidakpastian. Kita kawal agar Edi dan Salman dapat kembali ke tanah Maluku dan keluarga mendapatkan seluruh hak mereka,” pungkas Saadiah.
(Kayla)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









