Ia menjelaskan, tim CIQP (Customs, Immigration, Quarantine and Port) dijadwalkan mulai bertugas di titik labuh Desa Dullah karena salah satu yacht diperkirakan tiba lebih awal.
Menurutnya, selama sepekan pelaksanaan kegiatan, para peserta akan mengikuti berbagai agenda yang telah disusun di sejumlah destinasi unggulan Kota Tual dan Kepulauan Kei.
“Karena pelaksanaannya sekitar satu pekan, kegiatan akan dibagi dalam beberapa sesi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Destinasinya antara lain konservasi terumbu karang, penanaman anggrek di Pulau Bair, kunjungan ke pusat pembibitan teripang, serta sejumlah destinasi wisata lainnya,” ujarnya.
Dorong Promosi Pariwisata Tual
Lajania mengungkapkan, jumlah yacht yang telah mengonfirmasi kehadiran sebanyak 22 unit dengan sekitar 60 peserta. Angka tersebut lebih sedikit dibanding perkiraan awal yang mencapai 30 hingga 50 yacht.
“Awalnya berkisar 30 hingga 50 yacht, namun karena situasi di Timur Tengah, yang sudah terkonfirmasi sebanyak 22 yacht,” jelasnya.
Selain menyiapkan agenda bagi para peserta, Pemerintah Kota Tual juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan kegiatan.
Berbagai desa yang menjadi lokasi kunjungan telah dilibatkan dalam persiapan pameran UMKM, kuliner, pertunjukan seni tari, atraksi budaya, hingga penampilan musik tradisional sebagai bagian dari penyambutan tamu mancanegara.









