Satgas-PB Gempa Halmahera Selatan, Fokus ke Pedalaman

oleh -64 views
Link Banner

@porostimur.com | Ternate: Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Maluku Utara fokus menjangkau daerah pedalaman Halmahera Selatan yang terdampak gempa guna memberikan bantuan logistik dan pelayanan medis.

Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana ( Satgas-PB), Kolonel Inf Endro Satoto saat dihubungi, Minggu (21/7) mengatakan, tim mengerahkan belasan truk, dua kapal, dan dua helikopter untuk mengirimkan bantuan seperti bahan makanan, pakaian, keperluan bayi, dan tenda pengungsian bagi korban gempa Halmahera Selatan.

“Proses pengiriman logistik yang terdiri dari bahan makanan, keperluan bayi, pakaian, hingga tenda pengungsian terus dilakukan oleh Satgas Penanggulangan Bencana yang terpusat di Desa Saketa, belasan truk, dua unit kapal, KM Baaburahman dan KM Inka Mina, serta dua unit helikopter dikerahkan sesuai dengan plotting (rencana) menurut karakteristik topografi wilayah,” kata Endro.

Baca Juga  Warga Tengah-tengah sambut Kubah Masjid dan Tiang Alif

Ia menjelaskan, tim penanggulangan bencana mengerahkan dua helikopter untuk mengirim bantuan dan petugas kesehatan ke Dowora, Kukupang, Bisui, Luim, dan Tabahidayah serta mengerahkan KM Baaburahman dan Inka Mina untuk mengirim petugas medis dan bantuan ke Pasipalele, Awis, Dowora, Jibubu, Gane Luar, Rengarenga, dan Kuwo.

Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada korban gempa yang mengungsi, ia melanjutkan, satuan tugas penanggulangan bencana juga mengirim tim kesehatan ke daerah pedalaman Gane Dalam dan Gane Luar menggunakan helikopter sekalian mengantarkan bantuan logistik.

Berbekal peralatan medis dan obat-obatan, tim medis akan melakukan penyisiran di daerah pedalaman yang tidak bisa dijangkau menggunakan sarana transportasi darat untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang mengungsi guna menghindari dampak gempa.

Baca Juga  Kanwil Kemenkumham Malut Ikuti Kegiatan Entry Meeting Pemeriksaan BPK Secara Virtual

Menurut Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah Letkol Ckm Joni Satria, tim kesehatan bergerak lewat jalur udara dan laut untuk melayani korban gempa yang membutuhkan bantuan medis.

“Kami bekali dengan peralatan dan obat-obatan serta alat komunikasi, sehingga apabila mereka menemukan pasien yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut dapat segera melakukan evakuasi menggunakan moda transportasi yang ada,” katanya.

Krisis Penanganan Medis

Dari data yang dihimpun porostimur.com, Minggu (21/7), tiga korban jiwa terbaru meninggal di lokasi pengungsian. Ketiganya meninggal pada Kamis (18/7) hingga Jumat (19/7).

Masing-masing bernama Idrus Amin (45) warga Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan; Bainur Safar (63) warga Desa Tomara, Bacan Timur Tengah; dan Dasrah Umar (48), warga Desa Cango, Kecamatan Kecamatan Gane Barat.

Baca Juga  Denny Palar Maju Cabup Halbar, Rekom Hanura Bakal Dievaluasi

Mereka meninggal karena tidak mendapat perawatan medis setelah gempa menggoyang daratan Halmahera itu. Idhar Kifli, Kepala Desa Cango, mengatakan para korban sudah kritis saat berada di tenda pengungsian.

Minimnya penanganan medis juga membuat para pengungsi mulai terserang berbagai penyakit. Terutama anak-anak mulai demam dan diare.

“Saat ini anak-anak di lokasi pengungsian mulai sakit-sakitan, rata-rata panas tinggi (demam) dan diare. Anak saya yang kecil juga sakit demam,” kata Idhar. (red)