Satgas Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Danki Brimob Iptu LT

oleh -9 Dilihat

Kesimpulan ini, kata dia, juga diperkuat berdasarkan hasil laboratorium melalui Tes Cepat Molekuler lewat sampel swab yang menunjukkan indikasi almarhum terinfeksi Covid-19. Swab diambil setelah Iptu LT meninggal dunia.

“Hal ini untuk membuktikan almarhum positif Covid-19. Itu yang memberikan alasan, kenapa jenazah dikelola secara protokol kesehatan. Karena jenazah pun potensi virusnya masih hidup,” tuturnya.

Doni menuturkan, LT mengikuti vaksinasi tahap pertama pada 30 Maret 2021 lalu bersama dengan anggota Polri lainnya. Pada tanggal 31 maret terdapat keluhan. Yang bersangkutan pun dibawa k RS dirawat d IGD brapa jam kemudian pulang kerumah. Tanggal 2 April ada keluhan lagi dan dibawa kembali ke IGD kemudian pulang dan disarankan utk rawat jalan. Tanggal 4 April almarhum dibawa ke RS, namun tidak tertolong.

Baca Juga  Sehari Jelang Pelantikan: Di Bawah Rindang Beringin, Golkar Maluku Diuji Zaman

Menurut Doni, peristiwa semacam ini tetap akan terus ditelusuri termasuk mencari tahu apakah ada penyakit bawaan atau tidak. Pihaknya pun bisa memastikan bila Iptu LT meninggal bukan karena pegaruh vaksinasi.

Belakangan, program vaksinasi mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Beberapa orang beranggapan, vaksin tidaklah aman bagi tubuh.

Menanggapi hal ini, Doni menyatakan vaksinasi seperti halnya imunisasi. Ada gejala yang muncul usai mendapat suntikan vaksin. Gejala yang dimaksud seperti demam, badan sakit dan gejala lainnya. Namun kondisi badan semacam ini merupakan gejala ringan hingga sedang.

No More Posts Available.

No more pages to load.