Satgas Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Danki Brimob Iptu LT

oleh -270 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Komandan Kompi (Danki) Batalyon A Satuan Brimob Polda Maluku, Iptu LT, pada Minggu (4/4/2021) pagi kemarin.

“Atas nama Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, kita menyampaikan turut berduka cita dan keprihatinan yang mendalam atas meninggalnya Danki Iptu LT,” semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan YME, dan keluarga diberi penghiburan,” ungkap Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Doni Rerung di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (6/4/2021).

Doni menjelaskan, kejadian ini sudah dilaporkan pihaknya ke Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI ). Komnas KIPI merupakan komisi bentukkan Pemerintah Pusat yang bertugas menangani gejala pasca vaksin. Kalo di provinsi ada KOMDA KIPI dan d kab/kota ada POKJA KIPI.

Doni mengatakan, meninggalnya Danki Iptu LT tidak ada kaitannya dengan suntikan vaksin. Kemungkinan, almarhum terinfeksi Covid-19 akibat belum terbentuknya antibodi.

Mungkin kondisi ini diperparah dengan daya tahan tubuh almarhum yang sedang mengalami penurunan ditambah dengan wilayah kerjanya ada di zona orange, sehingga memicu infeksi yang dialami cepat berkembang menjadi parah.

Baca Juga  Pemkot Ambon Mulai Bagi Masker Kepada Masyarakat Secara Bertahap

Kesimpulan ini, kata dia, juga diperkuat berdasarkan hasil laboratorium melalui Tes Cepat Molekuler lewat sampel swab yang menunjukkan indikasi almarhum terinfeksi Covid-19. Swab diambil setelah Iptu LT meninggal dunia.

“Hal ini untuk membuktikan almarhum positif Covid-19. Itu yang memberikan alasan, kenapa jenazah dikelola secara protokol kesehatan. Karena jenazah pun potensi virusnya masih hidup,” tuturnya.

Doni menuturkan, LT mengikuti vaksinasi tahap pertama pada 30 Maret 2021 lalu bersama dengan anggota Polri lainnya. Pada tanggal 31 maret terdapat keluhan. Yang bersangkutan pun dibawa k RS dirawat d IGD brapa jam kemudian pulang kerumah. Tanggal 2 April ada keluhan lagi dan dibawa kembali ke IGD kemudian pulang dan disarankan utk rawat jalan. Tanggal 4 April almarhum dibawa ke RS, namun tidak tertolong.

Menurut Doni, peristiwa semacam ini tetap akan terus ditelusuri termasuk mencari tahu apakah ada penyakit bawaan atau tidak. Pihaknya pun bisa memastikan bila Iptu LT meninggal bukan karena pegaruh vaksinasi.

Baca Juga  Korem 152/ Babullah Laksanakan Komsos Dengan APPEM se-Kecamatan Kota Ternate Selatan.

Belakangan, program vaksinasi mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Beberapa orang beranggapan, vaksin tidaklah aman bagi tubuh.

Menanggapi hal ini, Doni menyatakan vaksinasi seperti halnya imunisasi. Ada gejala yang muncul usai mendapat suntikan vaksin. Gejala yang dimaksud seperti demam, badan sakit dan gejala lainnya. Namun kondisi badan semacam ini merupakan gejala ringan hingga sedang.

“Kalau yang berat itu sampai syok. Tapi sampai saat ini belum ada yang sampai syok. Nah itu gejalanya. Tapi sampai kematian, tidak. Kecuali syok tidak ditangani bisa menyebabkan kematian. Tapi bukan karena virus, tapi karena syoknya,” urainya.

Perihal target 1,2 juta vaksinasi di Maluku, Doni menuturkan, berdasarkan pemaparan Satgas Covid-19 Kota Ambon, dalam sehari mereka bisa memvaksin kurang lebih seribu orang. Kinerja semacam ini, bisa diterapkan Pemkab/kota lainnya di Maluku untuk mencapai target yang ditetapkan.

“Kalau dia hanya laksanakan tidak ada gebrakan, tertinggal dia. Kalau kota Ambon bikin gebrakan, seperti akan mengaktifkan posko di kecamatan. Tiap kecamatan terdapat delapan posko. Tujuannya agar memudahkan dan dapat dijangkau masyarakat untuk mau datang vaksin,” tuturnya.

Baca Juga  Wakapolda Maluku Buka Pelatihan Coaching Clinic E-Manajamen Penyidikan

Doni menambahkan, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Maluku Kasrul Selang telah menginstruksikan kepala BPBD Maluku Hendry M. Far-Far untuk segera mendata Aparatur Sipil Negara (ASN) provinsi Maluku Hasil data tersebut akan dilaporkan ke pemerintah pusat. Data ini melampirkan nama, NIK dan nomor handphone para ASN.

Secara presentasi, lanjut Doni, pada tahap pertama, sebanyak 80 persen yang telah mengikuti vaksin dari target 1,2 juta. Di tahap kedua, masih mengalami kekurangan karena masih menunggu giliran.

“Nah, akan ditingkatkan terus. Kalau tadi penekanan dari Kota Ambon (Satgas Kota Ambon), bahwa Kemenkes masih mendorong untuk Lansia diutamakan. Jadi, kembali lagi nanti, dinas kota untuk melakukan fokus kepada lansia karena targetnya masih rendah. Untuk itu satgas mengajak kepada para Lansia utk berbondong bondong k tempat vaksinasi begitu juga warga lainnya jika sudah mendapat gilirannya. Tidak perlu ragu ragu lagi, karena vaksin aman dan halal,” tutup Doni. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.