Sebuah Impian

oleh -443 views

Dengan berat hati, Arda bergegas menuju ke universitas impiannya menaiki kapal karena ini satu-satunya transportasi yang pas dengan kantongnya. Meski butuh waktu beberapa hari untuk sampai, namun Arda tetap enjoy menikmatinya. Hidup sendiri di kota orang tidaklah mudah. Apalagi bagi Arda yang baru pertama kali menginjakkan kaki di sana. Ia perlu menyesuaikan diri dengan lingkungannya kini. Mulai dari memanage biaya hidup, bergaul dengan teman yang berasal dari berbagai penjuru nusantara, maupun hal lainnya.

Betapa terpananya Arda ketika berada tepat di depan universitas impiannya. Tak terasa buih air matanya mengalir. Namun tak selang lama, ia mengusap air matanya dan beranjak pergi ke auditorium utama. Di sana serangkaian acara penerimaan mahasiswa baru segera dilangsungkan. Ribuan mahasiswa beralmet kuning itu bersorak gembira ketika remsi menjadi mahasiswa Universitas Indonesia.

Baca Juga  Polisi Periksa 30 Saksi, Kasus Pembunuhan Kakek di Patani Barat Belum Temui Titik Terang

Menjadi mahasiswa kedokteran itu tidak mudah. Arda sering kali merelakan waktu tidurnya demi menyelesaikan tugas. Tak hanya itu, dia juga harus membaca buku-buku untuk praktikum yang tebalnya sudah tidak ditanyakan lagi. Namun, dia tak pernah sekalipun mengeluh, sebab dia yakin bahwa dia mampu melewatinya.

No More Posts Available.

No more pages to load.