Porostimur.com, Tidore – Banjir kembali melanda pemukiman dalam berapa bulan kemarin, sehingga membuat warga Desa Koli Transmigrasi di Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan sulit menikamti air bersih, lantaran saluran irigasi terputus.
Putusnya saluran irigasi sekitar 10 meter terjadi pada satu dan satuan pemukiman Desa Koli yang menyebabkan air untuk dialirkan ke lahan milik warga.
Hal ini dibenarkan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Tayawi Ismit Rakib, saat dikonfirmasi via pesan WatshApp, Minggu (12/6/2022).
Sementara sumber air yang dialir ke lahan warga, hanya mengandalkan saluran irigasi, namun belum diperbaiki.
Ismit meminta instansi terkait agar segera memperbaiki saluran irigasi yang putus tersebut agar aktivitas para petani di transmigrasi SP I dan SP II, Desa Koli bisa berjalan dengan normal.
“Untuk saat ini, banyak warga yang telah menanam berbagai jenis tenaman di lahan tersebut. Kami khawatirkan gagal panen akibat kesulitan mendapatkan air,” katanya.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mestinya sudah mengambil langkah dan segera berkoodinasi dengan pihak Kecamatan dan Desa untuk mempercepat saluran irigasi yang terputus di Desa Trans Koli.
“Petani di SP I dan SP II berharap pemerintah desa cepat menginformasikan kepada Pemkot Tikep agar saluran irigasi dapat tertangani dengan baik,” harapnya. (len)




