Porostimur.com, Teheran — Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel kembali menyasar fasilitas sipil di Iran. Kali ini, sebuah pusat penelitian di Universitas Shahid Beheshti, utara Teheran, dilaporkan hancur akibat serangan pada Jumat.
Target serangan adalah Institut Penelitian Laser dan Plasma yang berada di dalam kompleks universitas elite tersebut. Meski bangunan mengalami kerusakan parah, tidak ada korban jiwa karena aktivitas perkuliahan telah dialihkan secara daring oleh pemerintah sejak konflik meningkat.
Fasilitas Ilmiah Jadi Sasaran
Dalam pernyataan resminya, pihak universitas mengecam keras serangan tersebut. Mereka menilai aksi militer itu tidak hanya mengancam keselamatan akademisi, tetapi juga menyerang kebebasan berpikir dan riset ilmiah.
“Tindakan ini merupakan serangan nyata terhadap akal sehat, penelitian, dan kebebasan berpikir,” demikian pernyataan pihak kampus.
Serangan ini juga dikaitkan dengan keberadaan tokoh ilmuwan nuklir Iran, Mohammad Mehdi Tehranchi, yang sebelumnya tewas dalam fase awal konflik. Ia diketahui memimpin laboratorium magneto-fotonik di universitas tersebut.
Puluhan Kampus Terdampak
Menteri Sains, Penelitian, dan Teknologi Iran, Hossein Simaei Saraf, mengungkapkan bahwa sedikitnya 30 universitas di Iran telah terdampak serangan sejak perang dimulai pada akhir Februari.











