Porostimur.com, Beirut – Pejuang yang didukung Iran bersiaga di Suriah timur pada Sabtu (25/3/2023) sehari setelah pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara balasan. Serangan udara itu terjadi setelah drone yang diduga buatan Iran membunuh seorang kontraktor AS dan melukai enam orang Amerika lainnya pada Kamis (23/3/2023).
Sejumlah roket ditembakkan ke pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS di Suriah timur. Serangan roket itu terjadi setelah serangan udara AS di tiga wilayah berbeda di provinsi timur Deir el-Zour, Suriah, yang berbatasan dengan Irak.
Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk serangan AS tersebut. Kementerian Luar Negeri mengatakan, serangan itu adalah pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Suriah. Kementerian tersebut menambahkan, Damaskus bertujuan untuk mengakhiri pendudukan Amerika dan menyebarkan kendali pemerintah ke seluruh bagian Suriah.
“Ketenangan berlanjut ketika milisi yang didukung Iran waspada karena khawatir akan kemungkinan serangan udara baru,” kata Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdurrahman.
Seorang aktivis dari Deir el-Zour yang saat ini berada di bawah AS dan menjalankan sebuah kelompok yang memantau perkembangan di Suriah timur, Omar Abu Layla, mengatakan, para pejuang yang didukung Iran telah mengevakuasi beberapa pos mereka dan pindah ke parit. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi jika Amerika kembali melakukan serangan.










