Porostimur.com, Teheran – Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, dikabarkan akan menandatangani kesepakatan damai dengan Amerika Serikat melalui mekanisme tidak langsung menggunakan jaringan kurir rahasia.
Informasi tersebut diungkap sejumlah ahli kontra-terorisme pada Selasa (26/5/2026) waktu setempat, yang menyebut skema ini dilakukan karena faktor keamanan. Khamenei disebut sebagai “target yang ditunjuk” oleh Washington, sehingga setiap kemunculan publik dinilai berisiko tinggi.
Negosiasi Berisiko Tinggi dan Tidak Lazim
Para analis menilai pola komunikasi tersebut mencerminkan bentuk negosiasi yang tidak biasa antara dua negara yang tengah berada dalam ketegangan tinggi.
Ahli kontra-terorisme, Omar Mohammed, menyebut bahwa penggunaan kurir bukan sekadar solusi sementara, melainkan bagian dari sistem komunikasi internal pemerintahan Iran.
“Khamenei adalah target yang ditunjuk, dan setiap penampakan yang dikonfirmasi adalah koordinat,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap kesepakatan yang dibangun dalam kondisi seperti ini memiliki karakter berbeda dari perjanjian internasional pada umumnya.
“Kesepakatan itu pada dasarnya ditandatangani di bawah tekanan militer, dengan pemimpin yang tidak bisa tampil secara terbuka,” jelasnya.
Respons Iran Dinilai Lambat
Pernyataan tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengungkap alasan tertundanya proses kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.









