Sederet Kekacauan di Inggris hingga Perdana Menterinya Mundur

oleh -101 views

3. Cari Makanan ‘Sisa’

WNI lain Eva mengatakan harus menghemat pengeluaran untuk makan, hingga jalan-jalan atau hiburan untuk bertahan hidup di tengah krisis Inggris. Maklum, sebagai penerima beasiswa pemasukan utamanya adalah berasal dari uang beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Strategi untuk bertahan hidupnya sama seperti di Indonesia, bagaimana kalau kita merantau kita menghemat pengeluaran untuk makan, konsumsi seperti pakaian atau hiburan, atau soal barang-barang tersier lainnya,” kata Eva.

Selain itu, dirinya juga harus pintar-pintar hemat energi yang saat ini tagihannya semakin mahal. Eva menyebut beberapa mahasiswa Indonesia di Inggris saat ini lebih memilih belajar di kampus daripada tempat kost atau apartemen.

“Karena untuk mengurangi biaya listrik dan pemanas ruangan. Selain itu di kampus kan bisa lebih terkonsentrasi, kalau di rumah tidur terus ntar,” tambahnya.

Baca Juga  Riset Ungkap Wanita Lebih Tertarik Pria Sopan Ketimbang Berotot

Biaya hidup di Inggris yang mahal juga membuatnya harus mencari diskonan bahan sembako untuk dimasak. Di Inggris, kata Eva, semakin hari gelap maka harga sembako di minimarket bisa jadi setengah harga karena kondisinya kurang layak.

“Di Inggris itu setiap jam-jam tertentu biasanya sore menjelang malam atau siang menjelang sore, beberapa bahan makanan di minimarket itu mengalami penurunan harga karena dianggap sudah kurang layak. Tapi kalau dibawa ke standar Indonesia tuh masih bagus banget seperti daging ayam, buah-buahan, sandwich itu bisa setengah harga dari harga aslinya,” ucapnya.