Tentara Spanyol lantas membakar kota Manila setelah peristiwa tersebut. Tentara Islam yang berhasil melarikan diri kemudian menyusun kembali armada pasukan mereka dan melancarkan pemberontakan ke Spanyol. Pada 24 Juni 1561, seorang Jenderal Spanyol Miquel Lopez de Legazpi tiba dengan bantuan dari militer Spanyol, di mana Pada 24 Mei 1570, Sultan Sulaeman bersama Matanda dan Lakandula memimpin sebuah serangan dengan target penyerangan ke pasukan Spanyol di dalam Perang Bangkusay.
Namun, dikarenakan tingkat teknologi senjata Spanyol yang jauh lebih unggul, serta adanya bantuan dari suku-suku Filipina yang telah di-Kristen-kan terlebih dulu, menyebabkan ketiga raja ini kalah dalam peperangan dan pada akhirnya ditangkap oleh tentara Spanyol. Tentara Spanyol lantas membakar kota Manila setelah peristiwa tersebut. Tentara Islam yang berhasil melarikan diri kemudian menyusun kembali armada pasukan mereka dan melancarkan pemberontakan ke Spanyol.
Pada 24 Juni 1561, seorang Jenderal Spanyol Miquel Lopez de Legazpi tiba dengan bantuan dari militer Spanyol, di mana hal ini menyebabkan pihak pemberontak terpaksa menyerah kalah. Mereka kemudian dikristenkan dan dijadikan rezim boneka oleh Spanyol. Uraian tersebut bila dihubungkan dengan kisah terkait menghilangnya orang-orang Moro di Morotai dan Morotia, dapat disimpulkan bahwa skenario cerita tersebut memiliki kemiripan antara satu sama lainnya.








