Seiring dengan berjalannya waktu hingga pada 1574, Sultan Bago dengan nama baptis ‘Raxa el Vago’ di eksekusi oleh pemerintahan Levazares. Pada 1589, Agustin de Legazpi (nama baptis salah seorang raja Muslim Manila) di eksekusi juga oleh Spanyol setelah terlibat dalam konspirasi Tondo. Sumber-sumber tersebut menjelaskan juga bahwa Sultan Sulaeman pada mulanya menyambut baik kedatangan orang-orang Spanyol yang dipimpin Martin de Goiti dan Juan de Salcedo.
Dia juga bahkan menjalin persahabatan dengan mereka serta menawarkan rempah-rempah dan dayang-dayang sebagai hadiah. Namun setelah beberapa minggu berlalu, dia mulai sadar bahwa pihak Spanyol mulai mencoba mengambil kesempatan dan merebut Manila karena kekayaan hasil buminya. Hal ini kemudian mendorong Sultan Sulaeman melancarkan serangannya terhadap pendudukan Spanyol di kota Manila.
Pada 24 Mei 1570, Sultan Sulaeman bersama Matanda dan Lakandula memimpin sebuah serangan dengan target penyerangan ke pasukan Spanyol di dalam Perang Bangkusay. Namun, dikarenakan tingkat teknologi senjata Spanyol yang jauh lebih unggul, serta adanya bantuan dari suku-suku Filipina yang telah di-Kristen-kan terlebih dulu, menyebabkan ketiga raja ini kalah dalam peperangan dan pada akhirnya ditangkap oleh tentara Spanyol.








