Sejarah Jalur Rempah di Indonesia, Pengaruh Angin Monsun

oleh -16 Dilihat

Porostimur.com | Ambon: Sejak masa pra-kolonial, Nusantara diyakini sudah memiliki peranan penting dalam jalur rempah.

Rempah asal kepulauan Nusantara menjadi komoditas dagang penting saat itu. Konon pedagang eropa datang ke Nusantara untuk mencari rempah.

Menurut Prof. Dr. Iwan Pranoto dari Fakultas Matematika dan Ilmu Alam, Institut Teknologi Bandung (ITB), jalur rempah berkaitan pada penyebaran ilmu pengetahuan.

Hal itu ia sampaikan dalam webinar International Forum on Spice Route 2020 sesi Redefining the Spice Route through Socio-cultural Interconnectivity, Senin (21/9/2020).

“Yang kita sudah tahu bahkan rempah atau sutera atau bahan-bahan lainnya itu menjadi komoditas dagang saat itu. Tetapi sebenarnya ada yang lebih mendasar yaitu pengetahuan,” kata Iwan.

Baca Juga  DPRD Ambon Beri Tenggat Sebulan kepada PT DSA untuk Gelar RUPS, Pemkot Kuasai 99 Persen Saham

“Pertanyaannya adalah, apa yang memungkinkan terjadi sirkulasi pengembangan dan perputaran ilmu pengetahuan ini,” sambung dia.

Ilustrasi nenek moyang pelaut berlayar mengarungi lautan, memanfaatkan angin monsun untuk berlayar dari sub-benua India ke negara-negara di Asia Tenggara. Salah satu jalur rempah yang dimanfaatkan dalam sejarah perdagangan rempah dunia.

Ilustrasi nenek moyang pelaut berlayar mengarungi lautan, memanfaatkan angin monsun untuk berlayar dari sub-benua India ke negara-negara di Asia Tenggara. Salah satu jalur rempah yang dimanfaatkan dalam sejarah perdagangan rempah dunia.

Angin monsun

Pada abad 16, dunia tak seperti sekarang ini. Dahulu pembagian daerah bukan berdasarkan benua yang menunjukkan arah mata angin.