Sejarah Lailatul Qadar dan Turunnya Wahyu Pertama

oleh -516 views

Setelah itu, Allah menurunkan sesuatu yang lebih utama daripada ibadah orang-orang Israil tersebut.

Jibril membacakan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1-3)

Wahyu ini menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang jauh melebihi ibadah yang dikagumi sebelumnya, sehingga Nabi SAW dan para sahabat merasa sangat gembira mendengarnya.

Shabri Shaleh Anwar dalam buku 10 Malam Akhir Ramadhan menukil hadits dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk mencari malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Beliau bersabda:

Baca Juga  Apresiasi Guru di Pulau Terluar, Kadis Dikbud Tual: Kalian Motor Penggerak Pendidikan

تحروا وفي رواية : الْتَمِسُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ

Artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Selain itu, Rasulullah SAW juga menggambarkan suasana pagi setelah malam Lailatul Qadar tiba. Beliau bersabda:

“Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR Muslim)

Kisah dan hadits ini menekankan betapa istimewanya malam Lailatul Qadar serta pentingnya memperbanyak ibadah dan pencarian malam mulia ini pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

No More Posts Available.

No more pages to load.